Jombang, 19 November 2024 – Dusun Sumberarum, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, menjadi tuan rumah pelatihan pertanian alami berbasis mikroba dengan narasumber dari Thailand, Prajuap Raophimai dan Master Booroong Sidum. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik pembiakan bakteri IMO (Indigenous Micro Organism) kepada para peserta sebagai salah satu solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam mendukung produktivitas pertanian.
Pelatihan ini dihadiri berbagai Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Jombang, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, pegiat Eco Enzyme Indonesia, dan BBPPTP Surabaya.

Acara diawali dengan pemaparan teori oleh Prajuap dan Master Booroong. Dijelaskan bahwa mikroba lokal adalah kekayaan tersembunyi di tanah yang sering tidak dimanfaatkan secara maksimal. "Dengan memahami cara kerja mikroba, petani tidak hanya dapat meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kesuburan tanah untuk generasi mendatang," ujar Master Booroong.
Setelah sesi teori, peserta diajak untuk mempraktikkan langsung proses pembiakan bakteri IMO. Berikut langkah-langkah pembiakannya yang juga menjadi sorotan acara:
1. Pengumpulan Bahan
· Ambil tanah humus dari hutan yang kaya dedaunan busuk (tidak berpolusi) sebagai sumber mikroba lokal. Pastikan mengambil tanah pada kedalaman sekitar 5 cm dari permukaan.
· Siapkan dedak padi, gula merah, eco enzyme, dan air.
2. Perbandingan Campuran
· Campurkan dedak padi, tanah humus, gula merah, eco enzyme, dan air dengan perbandingan 1:1:1:20.
3. Proses Pencampuran
· Aduk hingga rata, pastikan tingkat kelembapan pas (bahan dapat dikepal dengan tangan tanpa rembesan air).
4. Pembentukan Gundukan
· Bentuk campuran menjadi gundukan tanah setinggi 20–30 cm dan tutup dengan dedaunan kering untuk menjaga kelembapan.
5. Pengawasan Suhu
· Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 7–10 hari, dengan suhu tidak melebihi 60°C. Jika suhu naik, balik campuran untuk menurunkan suhu.
6. Panen Mikroba
· Setelah fermentasi selesai, campuran akan dipenuhi mikroba bermanfaat dan siap digunakan untuk memperkaya tanah atau membuat pupuk cair.

Salah satu peserta, seorang petani muda dari Jombang, mengungkapkan rasa terinspirasi oleh pelatihan ini. "Saya baru menyadari bahwa alam menyediakan solusi luar biasa. Teknik ini sederhana, murah, dan aplikatif. Kami yakin ini bisa menjadi andalan petani lokal," ujarnya.
Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyatakan dukungannya terhadap pelatihan ini. "Teknik IMO ini selaras dengan visi kami untuk mendorong pertanian alami dan berkelanjutan di Jombang. Kami berharap ini menjadi langkah awal untuk transformasi besar dalam pertanian lokal," ungkap Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian.
Pelatihan ini tak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menginspirasi para peserta untuk membangun masa depan pertanian yang lebih hijau dan produktif. Dengan semangat dan dukungan berbagai pihak, Wonosalam kini bersiap menjadi pelopor pertanian alami berbasis mikroba di Indonesia.(PPL BPP Wonosalam)