Padi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang sebagian besar ditanam di lahan sawah. Belum optimalnya produksi padi lahan sawah kemungkinan disebabkan serangan hama dan penyakit dan gulma. Perkembangan organisme pengganggu tanaman ini sering disebabkan oleh tata cara tanam yang kurang tepat. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo.

Hal ini sesuai dengan Program Dinas Pertanian yaitu peningkatan produksi padi dengan menggunakan sistem jajar legowo. Bapak sutakat, SP. Selaku koordinator PPL Kecamatan Ngoro menerangkan bahwa tujuan utama sistem jajar legowo adalah untuk meningkatkan produksi melalui manipulasi populasi tanaman, memanfaatkan radiasi surya bagi tanaman pinggir sehingga tanaman sehat karena sirkulasi udara lancar, pemupukan lebih efisien, menekan serangan hama dan penyakit serta pengendalian hama penyakit dan gulma lebih mudah daripada tanam biasa.

Pada hari Kamis (13/12/2012), kelompok tani Bodo Dusun Bodo Desa Pulorejo mengadakan tanam perdana jajar legowo. Kegiatan yang dimulai pada pagi hari ini dipandu oleh Koordinator dan PHP serta PPL kecamatan ngoro. Petugas turun langsung ke sawah untuk memberi arahan dan ikut menanam padi secara simbolis sebagai tanda dimulainya turun tanam. Ibu Tutik selaku Ketua Poktan Bodo mengatakan bahwa banyak variasi jarak tanam jajar legowo di Poktan Bodo ini, hal ini disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah yang berbeda-beda dimana kandungan bahan organik rata-rata masih dibawah 2%.

Semoga sistem tanam jajar legowo ini bisa meningkatkan produktifitas padi, panen melimpah dan kesejahteraan petani bisa meningkat.
(Haris KW - Unit TI Kec. Ngoro)