Perubahan iklim berdampak terhadap potensi turunnya hasil produksi padi. Salah satu upaya menjaga kestabilan produksi adalah dengan mengamankan hasil  dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan untuk mempertahankan tingkat produksinya agar selalu tinggi, dengan kualitas prima.

Kementerian Pertanian melalui Ditlin TP memiliki program penerapan dan pengendalian hama terpadu (PPHT). Dalam rangka mendukung program tersebut, di gelar gerakan tanam padi di Poktan Sawahan, Desa Barongsawahan Kec Bandar Kedungmulyo dalam rangka PPHT di Kabupaten Jombang. (18/8). Bertepatan dengan momentum  HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79, gertam menjadi aksi nyata petani untuk mengisi kemerdekaan. Membawa semangat “Merdeka dalam Ketahanan Pangan”, dengan mengamankan areal tanam padi untuk mencukupi kebutuhan pangan.

Gerakan ini mengajarkan bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika setiap warga negara mampu berdiri di atas kaki sendiri dan berkontribusi bagi kesejahteraan bersama. Semangat yang tertanam dalam gerakan ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi fondasi bagi ketahanan pangan bangsa di masa depan.

Saat bertemu petani, Direktur Perlindungan, Rachmat menyampaikan  bahwa PHT atau pengelolaan hama terpadu dilakukan sejak pratanam sampai panen dengan mengedepankan prinsip PHT.

Terdapat 4 (empat) prinsip dasar PHT yang mencerminkan konsep pengendalian hama dan penyakit yang berwawasan lingkungan serta mendorong penerapan PHT untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan meliputi :

1. Budidaya tanaman sehat

2. Pemanfaatan musuh alami

3. Pengamatan dan pemantauan rutin

4. Petani sebagai ahli PHT

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan konsep pengendalian dengan memadukan beberapa strategi pengendalian yang mempertimbangkan bukan hanya pada aspek ekonomi tetapi juga aspek ekologi dan sosial. Oleh karena itu, PHT menempatkan strategi pengendalian kimiawi sebagai alternatif pengendalian terakhir dan penerapannya dilakukan apabila tingkat kerusakan tanaman akibat OPT telah mencapai ambang ekonomi (AE).

Sementara itu, Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Puji Sanyata, yang turut hadir menyatakan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan penghasilan petani dengan berkurangnya biaya produksi.

Hadir,Kepala Dinas Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Rony mengapresiasi Kementan yang terus berjuang mengawal pendampingan ke petani. “ Ini satu bentuk harmonisasi, sinergisitas hadirnya pemerintah dari tingkat pusat, daerah sampai tingkat desa untuk mendukung kegiatan di bidang pertanian” ujar Rony.

        (Kadisperta, Camat Bandar Kedungmulyo, Kades Barongsawahan,Babinkatimnas, PPL dan 

          POPT se Kabupaten Jombang)

Adapun gerakan tanam padi yang telah dilakukan, merupakan awal kegiatan dalam rangkaian sekolah lapang dan pelatihan regu pengendali hama. Petani di Poktan Sawahan bertanam padi dengan sistem tegel yaitu penanaman dengan jarak jarak persegi  25 cmx 25 cm. Pemilihan metode ini didasarkan pada anggapan petani yang menilai bahwa biaya yang dikeluarkan lebih efisien serta hasil dapat meningkatkan hasil produksi.

Pengamanan areal tanam padi dengan mengupayakan kecukupan sumber daya yang memenuhi sehingga tanaman padi dapat tumbuh dan berkembang serta menghasilkan produksi yang optimal.

Penulis : Tim BPP Bandar Kedungmulyo