Jombang, 4 Mei 2025 — Hari Minggu bukan halangan bagi PPL, Babinsa Bersama petani untuk turun sawah karena pertanian tidak mengenal Hari Minggu dan tanggal merah. Dalam upaya mengantisipasi ledakan populasi dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus pada tanaman padi musim tanam kedua (MK I) tahun 2025, dua kelompok tani yakni Poktan Turi dan Poktan Doyong, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, melaksanakan Gerakan Pengendalian Tikus pada Minggu, 4 Mei 2025.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Turipinggir, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat setempat, Babinsa, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), serta pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok tani, dan para petani penggarap lahan.
Pengendalian dilakukan dengan metode penggembongan air dan pembongkaran galeng pada area seluas sekitar 50 hektar yang menjadi lokasi rawan serangan tikus. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan dini untuk menekan potensi kerugian yang dapat ditimbulkan akibat serangan tikus yang dikenal cepat berkembang biak dan merusak tanaman padi.
“Dengan gerakan ini, kami berharap populasi dan serangan tikus dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga produksi dan potensi panen padi di musim tanam kali ini bisa maksimal,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani.
Gerakan pengendalian tikus ini juga menjadi bentuk sinergi antar berbagai elemen masyarakat dan lembaga desa dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal. Pada kegiatan ini Kepala Desa juga merangkul para pemuda setempat yang tergabung dalam salah satu Perguruan Silat. "Selain menanamkan rasa kepedulian pada pertanian juga sebagai media mengarahkan anak muda pada kegiatan yang lebih positif" demikian pungkas Kades (Fitri Aini Azmi, STP/PPL Ahli Muda).
