Dalam mendukung Program IPDMIP dikabupaten Jombang dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Kesuburan Lahan. Bimtek Kesuburan Lahan dilaksanakan pada tanggal 9 September berlokasi di BPP Tembelangselama sehari Bintek Kesuburan lahan dilaksanakan. Bimtek Kesuburan Lahan merupakan suatu kegiatan dimana para peserta diberi pelatihan-pelatihan mengenai Perangkat Uji Tanah sawah  PUPS dan Perangkat Uji Pupuk (PUP).  Dalam meningkatkan kompetensi peserta yang dalam hal ini penyuluh pertanian Kabupaten Jombang yang rencananya mendapat bantuan PUTS DAN PUP diwilayah sekitar IPDMIP. Dalam hal ini ada 4 BPP yaitu BPP Ploso, BPP Sumobito, BPP Tembelang dan BPP Kudu.  

Salah satu tujuan Proyek IPDMIP yang merupakan kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) adalah mendorong terwujudnya perluasan  penerapan sejumlah teknologi dan informasi mengenai  budidaya padi dimana Analisa tanah secara cepat dan sederhana dilakukan penyuluh dengan menggunakan Alat uji PUTS dan PUP untuk menentukan rekomendasi pemupukan secara tepat dan efisien.  

Beberapa teknologi yang direkomendasikan tersebut antara lain adalah penggunaan benih unggul dan bermutu, sistem tanam Jajar Legowo, dan pemupukan  berimbang. Terkait dengan pemupukan berimbang, maka dilakukan juga Bimtek PUP dimana untuk menentukan dosis pemupukan yang tepat sesuai kondisi tanah sehingga menghasilkan Tanaman yang sehat dengan ditandai peningkatan produksi dan produktivitas komoditas Padi. Proyek IPDMIP berupaya untuk meningkatkan kapasitas Balai Penyuluhan Pertanian dalam membantu para petani menentukan takaran/dosis dan jenis pupuk yang harus diberikan sesuai dengan kondisi kesuburan lahannya masing‐masing wilayah binaan BPP. Adapun Sebanyak 10 orang Penyuluh Pertanian dilatih dalam Bimtek Pengelolaan Kesuburan lahan dari 4 BPP yaitu BPP Ploso, BPP Tembelang, BPP Sumobito, BPP Kudu. Adapun tujuan dari Bimtek Pengelolaan kesuburan Lahan adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penyuluh pertanian dalam pengelolaan kesuburan lahan dan membekali penyuluh Pertanian dengan ketrampilan penggunaan perangkat uji tanah sawah dan Perangkat uji pupuk. Penyuluh perlu ditingkatkan kemampuannya melalui Bimtek  dalam rangka mendukung penguatan kapasitas BPP untuk bertransformasi menjadi BPP Kostratani yang meliputi : pusat data dan informasi Pertanian; pusat gerakan pembangunan pertanian; pusat pembelajaran; pusat konsultasi agribisnis;dan pusat penbgembangan jejaring kemitraan.

Pada Tahun 2019 Proyek IPDMIP di Kabupaten Jombang telah melakukan pengadaan Perangkat Uji Tanah Sawah dan Perangkat Uji Pupuk. Perangkat uji  tersebut diberikan sebagai bantuan pemerintah kepada Dinas Pertanian di kabupaten  lokasi Proyek IPDMIP, yang pemanfaatannya dikelola oleh Balai Penyuluhan Pertanian. Sebanyak 5 BPP di Kabupaten Jombang yang telah menerima bantuan perangkat uji tersebut, yakni BPP Mojowarno, BPP Bareng, BPP Plandaan, BPP Kabuh dan BPP Ngusikan. Setiap BPP mendapat masing‐masing 2 unit Perangkat Uji Tanah dan 1 unit Perangkat Uji Pupuk dan telah difasilitasi kegiatan bimteknya di tahun 2020. Sementara di tahun 2021, terdapat 15 BPP di kabupaten Jombang yang berada di wilayah Daerah Irigasi kewenangan propinsi dan pusat, yang menerima perangkat uji tanah dan perangkat uji pupuk. Dari 15 BPP tersebut,  11 diantaranya telah memperoleh perangkat uji tanah dan perangkat uji pupuk, serta terfasilitasi bimtek pengelolaan kesuburan lahan pada bulan Juni 2021. Hari ini, kembali akan didistribusikan perangkat uji tersebut untuk 4 BPP yang lain, yang kali ini  dilaksanakan bimbingan teknis pengelolaan kesuburan lahan.

Menurut Ir. Ilham Hero Kuntjoro, M.Si selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang’ Adapun tujuan yang ingin diperoleh dalam pelaksanaan Bimbingan teknis pengelolaan kesuburan lahan pada hari ini adalah Meningkatkan pengetahuan, Sikap dan Ketrampilan Penyuluh Pertanian dalam pengelolaan kesuburan lahan, dengan membekali Penyuluh Pertanian dengan ketrampilan penggunaan Perangkat Uji Tanah (PUTS) dan Perangkat Uji Pupuk (PUP) untuk diaplikasikan pada wilayah binaannya untuk menguji Kadar hara Tanah baik unsur Nitrogen (N), Pospor (P), Kalium (K) serta Ph Tanah serta rekomendasi pemupukan sesuai dengan kualitas tanah yang ada.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa bidang pertanian, khususnya dalam budidaya tanaman, keadaan tanah dan pengelolaan merupakan faktor penting yang akan menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman yang diusahakan. Hal ini disebabkan karena tanah merupakan media tumbuh bagi tanaman, sebagai gudang dan pensuplai unsur hara. Dengan semakin sempitnya lahan pertanian di Indonesia dewasa ini, maka akan sulit untuk mengharapkan petani dapat berbudidaya secara optimal. Penerapan sistem pertanian yang mengutamakan penggunaan pupuk kimia dan pestisida berlebihan masih lekat pada model pertanian kita.  Padahal peningkatan produksi dari penggunaan bahan tersebut hanya bersifat sementara, sedangkan dampak negatifnya sangat besar, karena dapat menyebabkan kerusakan sifat fisik, kimia dan biologis tanah, yang berimbas pada semakin luasnya lahan kritis di Indonesia.

Untuk itu, keberadaan alat perangkat uji tanah sawah (PUTS) dan perangkat uji pupuk (PUP) di BPP sangatlah tepat. Dengan alat ini diharapkan akan diketahui kondisi lahan pertanian sebelum dilakukan budidaya, sehingga dapat diperoleh rekomendasi pemupukan yang lebih tepat, akurat, dan bijaksana, khususnya di lahan sekitar daerah irigasi lokasi proyek IPDMIP, serta akan dapat diketahui pula peta sebaran kesuburan lahan di lahan pertanian, utamanya di wilayah IPDMIP.

Dengan adanya Bimtek Kesuburan Lahan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam mendukung Program IPDMIP dalam hal memantapkan kapasitas BPP Menuju BPP kostratani dan juga dapat  mewujudkan  Petani yang Maju, Mandiri Modern untuk pertanian di Indonesia tercinta. Amin.

Ditulis oleh: Zuhrotul Lailis S

PPL BPP Kudu Kabupaten Jombang