Pojokrejo, 20 Januari 2025 – Kelompok Tani (Poktan) Gudang mengadakan pertemuan penting yang membahas pengendalian jamur dan bakteri pada tanaman padi di musim hujan ini. Kegiatan ini berlangsung di lahan Poktan Gudang, Desa Pojokrejo, dan dihadiri oleh sekitar 17 petani dari Poktan Gudang dan Poktan Ngerco.

Dalam pertemuan tersebut, petani mendapatkan pemahaman mendalam tentang perbedaan serangan jamur dan bakteri yang kerap menjadi ancaman utama bagi hasil panen padi. Dijelaskan bahwa serangan jamur biasanya ditandai dengan bercak cokelat atau kehitaman pada daun serta pertumbuhan jamur di permukaan tanaman. Sementara itu, serangan bakteri ditandai dengan gejala seperti perubahan warna daun menjadi kuning kecokelatan yang sering kali disertai dengan bau khas akibat pembusukan.

Adapun upaya pengendalian yang disosialisasikan meliputi:

1.      Menjaga Kondisi Air

Para petani diimbau untuk menjaga agar air di sawah tidak selalu menggenang, terutama di musim hujan. Kondisi yang terlalu lembap dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri.

2.      Pengamatan Harian
Petani didorong untuk melakukan pengamatan rutin pada tanaman mereka guna mendeteksi gejala awal serangan jamur atau bakteri. Dengan pengamatan harian, langkah pengendalian dapat segera dilakukan sebelum serangan meluas.

3.      Penggunaan Fungisida dan Bakterisida Secara Bijak
Penyemprotan dengan fungisida atau bakterisida diinstruksikan untuk dilakukan secara bijak, sesuai dosis yang dianjurkan, guna menghindari resistensi patogen serta dampak negatif pada lingkungan.

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi dan antisipasi yang dilakukan Poktan Gudang dalam menghadapi tantangan pertanian di musim penghujan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan petani dapat lebih siap dalam mencegah dan mengendalikan serangan jamur serta bakteri, sehingga hasil panen tetap optimal.

Ketua Poktan Gudang menyampaikan apresiasi atas kehadiran para petani dan berharap ilmu yang disampaikan dapat langsung diterapkan di lapangan. “Semoga dengan langkah antisipasi yang tepat, kita dapat menjaga kesehatan tanaman padi dan mendukung ketahanan pangan desa,” ujarnya. (Nizarul Fauzi, SP/PPL Kecamatan Kesamben).