
Pertumbuhan kota saat ini semakin pesat, lahan-lahan pertanian banyak yang telah berubah menjadi gedung dan bangunan-bangunan baru. Ruang untuk bercocok tanam pun semakin sempit, namun perkembangan teknologi telah memungkinkan orang bercocok tanam tidak di atas lahan tanah. Rumah tanpa halaman atau pekarangan pun masih bisa menyalurkan hobi bertanamnya. Aktivitas pertanian di wilayah urban atau urban farming sangat berperan penting di saat ini, selain menghilangkan kejenuhan akibat di rumah saja, urban farming pun dapat menyokong kemandirian pangan keluarga.
Urban farming diartikan kegiatan bercocok tanam di lingkungan rumah perkotaan dianggap beriringan dengan keinginan masyarakat kota untuk menjalani gaya hidup sehat. Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan lantaran sepenuhnya menerapkan sistem penanaman organik, yang tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintesis. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat dilakukan adalah budidaya sayuran microgreen.
Microgreen adalah tanaman muda, lunak, dapat dipanen sebagai bibit untuk kemudian bisa dikonsumsi. Tanaman kecil ini ditanam untuk tahap daun sejati pertama yang dipanen pada usia sangat muda. Tanaman potensial untuk microgreen antara lain: bayam, wortel, seledri, kemangi, lobak, bit, brokoli, ketumbar, sorgum, bawang, kubis, peterseli. Microgreens mengandung mineral, sumber vitamin, dan betakaroten yang lebih tinggi dibanding sayuran itu sendiri saat dewasa, sumber terbaik enzim, tinggi protein, kaya serat dan rendah kalori. Microgreens disukai masyarakat karena mempunyai citarasa khas yang berbeda pada sayuran dewasa tanaman itu sendiri. Selain itu karena bentuknya yang mungil, tingginya berkisar 10-13 cm serta warna daun bisa dikombinasi.
Tanaman microgeen memerlukan cahaya matahari tetapi tidak secara langsung. Tanaman microgreen juga memerlukan suhu antara 24 – 29 0C setiap saat. Jika suhu berada diluar rentang tersebut, maka proses pertumbuhan dapat terhenti dan menimbulkan kerusakan. Kelembaban tanah pada media tanam microgreen juga harus dijaga dengan kelembaban yang sesuai yaitu 50%. Jika kelembaban tanah terlalu lembab (lebih dari 80%) atau kering (kurang dari 30%), maka tanaman microgreen tidak tumbuh. Media tanam untuk menanam perlu disterilkan dari gulma. Gulma dapat mengganggu proses pertumbuhan tanaman microgreen.
Sifat microgreen yang halus membutuhkan perlindungan dari hujan dan lingkungan tekanan lainnya. Microgreen bisa ditanam di rumah kaca, perlu peneduh, atau didalam ruangan. Microgreen dapat ditanam konvensional maupun hidroponik. Produksi microgreen umumnya menggunakan plastik datar dengan lubang drainase di bagian bawahnya. Nampan dilapisi dengan serat steril. Microgreen dengan sistem hidroponik dapat menggunakan agregat dengan rockwool sebagai media tumbuh. Kepadatan benih yang optimal adalah yang memaksimalkan ruang produksi sambal menghindari tegakkan yang sangat tebal sehingga batang menjadi memanjang atau masalah penyakit berkembang. Yang terbaik adalah hanya menyemai satu jenis atau kultivar per media tanam; Namun, jika lebih dari satu spesies akan diunggulkan di media tanam yang sama, tanaman harus memiliki tingkat perkecambahan yang sama sehingga seluruh tanaman dapat dipanen pada waktu yang bersamaan.
Pembuatan microgreens sangat sederhana. Siapkan wadah bisa dari kaleng bekas kemasan air mineral nampan atau toples dilubangi bagian bawah agar air tidak menggenang, kemudian diisi dengan media tanam berupa kompos daun diratakan dan diberi air agar lembab. Setelah itu benih ditaburkan sampai rata, ditutup plastik, dan ditempatkan pada tempat yang gelap ditunggu kira-kira 4 hari sampai berkecambah. Selanjutnya dipindah di tempat yang terang. Disemprot air agar kelembaban terjaga. Begitu seterusnya sampai tumbuh kotiledon dan microgreens siap dipanen dalam 7 hingga 14 hari. Microgreen dipanen pada tahap daun sejati pertama; tinggi bibit akan sekitar 1½ sampai 2 inci. Hanya batang dengan daun menempel yang dipanen; akar tertinggal, dipanen dengan cara menggunting batang tanaman pada bagian pangkal.
Ditulis Oleh: Nuning Istiyowati
PPL Kabupaten Jombang
Sumber :
https://grunteman.com/microgreens-yang-wajib-dicoba/
https://jakarta.litbang.pertanian.go.id/ind/artikel%20bptp/Artikel%20Microgreen