
Kementerian Pertanian terus mendorong petani untuk maju, mandiri dan modern. Dukungan terus digulirkan tidak hanya dalam teknis teknis pertanian, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan usahatani sehingga usaha taninya menguntungkan.
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pernah menyatakan kemajuan pertanian, bukan hanya ditentukan budidaya dan produksi, juga peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan.
Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyelenggarakan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) oleh Integrited Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). Kegiatan dilaksanakan dalam dua angkatan. Mengingat kondisi daerah masih menerapkan PPKM. Dengan protokol kesehatan berjalan angkatan pertama tanggal 7 – 8 September 2021 sebanyak 33 orang. Sedangkan angkatan kedua tanggal 14 – 15 September 2021 sebanyak 30 orang. Bertempat di Ruang rapat KPRI Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Adapun fasilitator berasal dari penyuluh pertanian yang telah mendapatkan pelatihan PLEK di BBPP Ketindan.
Peserta Pelatihan terdiri dari ketua kelompoktani beserta istrinya terlibat langsung dalam program IPDMIP. Peserta mendapat materi tentang pembiayaan keuangan usahatani, pengelolaan keuangan rumah tangga, serta asuransi usahatani padi. Pengelolaan keuangan di awali dari pencatatan usahatani secara teratur terhadap semua pengeluaran dan pendapatan selama satu musim tanam. Dengan demikian petani dapat mengetahui kelayakan usaha taninya.
“Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) bagi Ketua Kelompok Tani merupakan kegiatan peningkatan kapasitas dan pengetahuan bagi kelompok tani tentang pengelolaan keuangan usaha tani, keuangan rumah tangga serta bagaimana mengakses produk dan layanan keuangan pertanian” kata Syafriel selaku Kasi Tanaman Perkebunan.

Lebih lanjut syafril menegaskan dalam sambutannya“Ada tiga tahap yang bisa dilakukan petani dalam rangka meng implikasikan hasil pelatihan literasi dan edukasi keuangan. Pertama, merencanakan biaya yang diperlukan untuk kegiatan usaha tani pada beberapa komoditas yang berbeda. Kedua, melakukan pencatatan pengeluaran biaya pada setiap tahap kegiatan usaha tani . Ketiga yaitu membandingkan angka pada biaya pengeluaran dengan perencanaan.”
Hal tersebut ditambahkan oleh widiyanti selaku fasilitator pelatihan, dengan pengelolaan keuangan rumah tangga petani diharapkan dapat menilai situasi keuangan rumah tangga secara keseluruhan, mengidentifikasi kegiatan yang mungkin dapat dilakukan penghematan.
Dengan adanya PLEK, sebagai langkah awal petani di Kabupaten Jombang untuk meningkatkan kelayakan usahataninya dengan pengelolaan keuangan yang tertib dan teratur.
Ditulis Oleh: Leni Andjarwati
PPL Kabupaten Jombang