Pemupukan berimbang adalah salah satu teknologi yang diharapkan bisa diterapkan oleh petani dalam berbudidaya tanaman. Dengan diterapkannya pemupukan secara berimbang, maka tanaman tidak akan mengalami kekurangan maupun kelebihan asupan unsur hara. Keadaan kekurangan maupun kelebihan unsur hara ini tentunya akan berdampak yang kurang bagus bagi pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan.

Oleh karenanya diperlukan pengujian terhadap kadar unsur hara yang terkandung pada tanah sawah. Sehingga kita bisa mengetahui bagaimana rekomendasi pupuk yang dibutuhkan untuk tanah sawah tersebut. Uji tanah sawah bisa dilakukan dengan cara membawa sample (contoh) tanah ke laboratorium tanah yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Namun, hasilnya tidak bisa langsung keluar. Proses pengujian ini tentunya  membutuhkan waktu dan selain itu kita juga harus mengantri dengan banyaknya sample tanah yang harus di uji oleh petugas yang berwenang di Laboratorium tanah.

Selain pengujian tanah di laboratorium, kita juga melakukannya sendiri dengan menggunakan peralatan PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah). Metode uji menggunakan PUTS bisa dilakukan oleh petugas penyuluh pertanian maupun petani dan hasilnya bisa langsung diketahui hanya dalam hitungan beberapa menit saja. PUTS merupakan suatu alat analisis kadar hara tanah secara langsung di lapangan dengan relatif cepat, mudah, murah dan cukup akurat. PUTS dirancang untuk mengukur kadar N, P, K dan pH tanah. Hasil pengukuran kadar hara N, P dan K tanah dengan PUTS dikategorikan menjadi 3 kelas status hara mengacu pada hasil penelitian uji tanah, yaitu : status rendah (R), sedang (S), dan tinggi (T). PUTS ini merupakan penyederhanaan dari pekerjaan analisa tanah di laboratorium yang didasarkan pada hasil penelitian uji tanah di lapangan.

Prinsip kerja PUTS mengukur hara N, P dan K dengan metode kolorimetri (pewarnaan). Hasil analisis N, P dan K tanah ini selanjutnya digunakan sebagai dasar penentuan rekomendasi pemupukan N, P dan K spesifik lokasi untuk tanaman padi sawah.

Agar pelaku usaha tani bisa menerapkan pemupukan berimbang, dari program kegiatan IPDMIP telah mendistribusikan peralatan berupa PUTS untuk beberapa BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) di Kabupaten Jombang, termasuk BPP Kecamatan Ngusikan. Isi 1 set PUTS terdiri dari :  

a. 1 set larutan ekstraksi untuk penetapan N, P, K dan pH

b. Peralatan pendukung

c. Bagan warna N, P, K dan pH

d. Bagan warna daun (BWD)

e. Buku petunjuk penggunaan

Pada hari Rabu tanggal 8 September 2021, Tim Penyuluh Pertanian beserta pendamping program IPDMIP melaksanakan pelatihan penggunaan alat perangkat uji tanah sawah (PUTS) di Poktan Ngampel Desa Ngampel Kecamatan Ngusikan. Sebagai narasumber dari pelatihan PUTS ini adalah salah satu penyuluh pertanian dari BPP Ngusikan yaitu Suliyani. Pelatihan dilakukan dengan penyampaian materi, praktek dan diskusi.  

Suliyani menyampaikan bagaimana tata cara penggunaan alat PUTS dari tahap ke tahap untuk 3 unsur hara yang diuji yaitu uji N, uji P dan uji K. kemudian pelatihan dilanjutkan dengan kegiatan praktek uji tanah. Sebelum uji tanah, hal yang perlu dipersiapkan adalah sample (contoh) tanah. Pengambilan contah tanah sawah ini juga ada tata caranya.  

Suliyani menyampaikan bahwa sebaiknya pengambilan contoh tanah dilakukan dengan menggunakan alat bor tanah. Namun jika tidak ada, maka bisa menggunakan peralatan yang ada saja seperti cangkul atau linggis. Dan pada praktek pelatihan kali ini kami menggunakan linggis untuk mengambil contoh tanah. Pengambilan contoh tanah dilakukan pada beberapa titik. Pengambilan contoh tanah pada hamparan sawah bisa dilakukan secara acak, zig_zag atau bisa juga secara diagonal.  

Setelah pengambilan contoh tanah selesai dilakukan, contoh tanah tersebut dihancurkan dan dicampur hingga rata. Bila sudah dicampur rata, selanjutnya bisa dilakukan uji tanah dengan menggunakan alat PUTS. Beberapa peserta pelatihan ikut serta dalam pelaksanaan proses uji tanah ini. Ada 2 orang  yang menguji tanah untuk unsur N, 2 orang untuk unsur P dan 2 orang untuk unsur K. Pengujian dilakukan sesuai urutan petunjuk dari tahap ke tahap dengan dipandu oleh tim penyuluh.  

Pengujian tanah ini ditunggu selama beberapa menit sampai keluar hasilnya. Hasil untuk unsur N dan P setelah dibandingkan dengan bagan warna menunjukkan kadar kandungan yang tinggi. Sedangkan untuk unsur K menunjukkan kadar sedang. Dari hasil uji tanah ini bisa dilihat bagaimana rekomendasi pemupukan selanjutnya sesuai yang tertera pada bagan warna yang tersedia pada alat PUTS ini.

Kegiatan pelatihan ini berjalan dengan baik. Antusiasme peserta cukup bagus mulai dari awal penyampaian materi, kegiatan praktek dan kemudian diakhiri dengan sesi diskusi. Sembari menutup kegiatan, Suliyani mempersilahkan petani dari Poktan Ngampel kapan saja boleh meminjam alat PUTS ini untuk melakukan pengujian untuk tanah sawah mereka. Karena PUTS ini merupakan kelengkapan BPP yang bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat tani di seluruh Kecamatan Ngusikan.

 

Ditulis Oleh: Deny Murtanti

BPP Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang