PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI  MENGGUNAKAN AGENCY HAYATI DI KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG

IMPLEMENTATION OF COFFEE FRUIT BORRER CONTROL USING AGENCY BIOLOGY IN WONOSALAM DISTRICT, JOMBANG DISTRICT

Ahmad Masrukhin 

ABSTRACT

To improve the skills of farmers to control coffee berry borer pests, it is necessary to conduct counseling in the development of coffee plantations. The aims of this study were (1) to identify potential and problem identification of coffee plant pest attack levels in Wonosalam District, Jombang Regency. (2) Knowing the design of counseling on the control of the coffee berry borer in Wonosalam District, Jombang Regency. (3) Knowing the implementation of counseling on coffee berry borer control in Wonosalam District, Jombang Regency. (4) Knowing the results of the evaluation of counseling on the control of the coffee berry borer in Wonosalam District, Jombang Regency. The research method is a descriptive method with quantitative methods. The research was conducted from October 2022 to June 2023.

The design of counseling on the control of the coffee berry borer using a biological agency, Wonosalam District, Jombang Regency is: 1) The aim of the counseling is to increase farmers' knowledge by 25%; 2) The target of the extension is the members of the Panglungan village farmer group; 3) Extension material is PBKo pest control using biological agents; 4) Anjangsana extension methods (direct practice with farmers), Lectures and Discussions; 5) The extension media used is PowerPoint.

The implementation of agricultural counseling was carried out in April 2023 at Mr. Sunarto's house as secretary of the Panglungan village farmer group with the target number of counseling being 21 people. then proceed with the delivery of counseling material. After the material was delivered, the target farmers were given a post-test questionnaire to find out how far their knowledge had increased after the counseling was held.

The results of the evaluation of increasing knowledge can be seen that there is an increase in knowledge where the pretest and posttest scores have increased by a percentage of 34%. While the results of the evaluation after the counseling carried out by farmers had a percentage of 92% which was a very high category. The existence of agricultural counseling can change the behavior of coffee farmers in Panglungan Village, Wonosalam District

Keywords: Biological agents, PBKo pests, coffee 

 

ABSTRAK

Untuk Meningkatkan keterampilan Petani untuk mengendalikan hama penggerek buah kopi perlu dilakukan penyuluhan dalam pengembangan perkebunan kopi. Tujuan pennelitian ini adalah (1) Mengetahui identifikasi potensi dan masalah tingkat serangan hama tanaman kopi di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. (2) Mengetahui rancangan penyuluhan pengendalian hama penggerek buah kopi di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. (3) Mengetahui pelaksanaan penyuluhan pengendalian hama penggerek buah kopi di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. (4) Mengetahui hasil evaluasi penyuluhan pengendalian hama penggerek buah kopi di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan metode kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Juni 2023.

Rancangan penyuluhan tentang Pengendalian hama penggerek buah kopi  dengan menggunakan Agency hayati Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang adalah: 1) Tujuan penyuluhan adalah peningkatan pengetahuan petani sebesar 25%; 2) Sasaran penyuluhan adalah anggota kelompok tani desa panglungan; 3) Materi penyuluhan adalah pengendalian hama PBKo dengan menggunkan Agency hayati; 4) Metode penyuluhan anjangsana (praktek langsung dengan petani), Ceramah dan Diskusi; 5) Media penyuluhan digunakan adalah PowerPoint.

Pelaksanaan penyuluhan pertanian dilaksanakan pada bulan april 2023 di rumah bapak Sunarto selaku sekertaris kelompok tani desa Panglungan dengan jumlah sasaran pada penyuluhan sebanyak 21 orang. kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi penyuluhan. Setelah materi tersampaikan, petani sasaran diberikan kuesioner pos-test untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pengetahuan petani setelah diadakan penyuluhan.

Hasil evaluasi peningkatan pengetahuan dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dimana nilai pretest dan posttest mengalami peningkatan dengan persentase 34%. Sedangkan hasil evaluasi setelah adanya penyuluhan yang dilaksanakan petani memiliki presntase 92% yang merupakan kategori sangat tinggi. Adanya penyuluhan pertanian dapat merubah perilaku petani kopi di Desa panglungan Kecamatan Wonosalam

 

Kata Kunci : 

Agency hayati, Hama PBKo, Kopi

Selengkapnya klik di :

https://bit.ly/jurnal_ahmad_masrukhin_agenhayati

Ditulis oleh: Ahmad Masrukhin