
Masih dalam rangka melaksanakan misi besar Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mengembalikan kesuburan tanah, bertempat di rumah ketua Kelompok Tani Pulosari Kecamatan Bareng, pada hari Rabu 22 September 2021 bersama 30 orang anggota Poktan dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Penerapan Teknologi Pembuatan Rorak untuk Meningkatkan Kesuburan Lahan. Agenda yang terselenggara atas kerjasama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur ini sempat tertunda pelaksanaannya beberapa kali akibat kebijakan PPKM oleh pemerintah sebagai upaya untuk menurunkan dan mengendalikan laju infeksi penularan Covid-19 yang memuncak pada beberapa bulan terakhir ini. Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 kegiatan sosialisasi ini akhirnya terselenggara dengan aman dan lancar.
Para peserta sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan sosialisasi ini mulai dari awal sampai akhir. Fasilitator menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti disini, tetapi akan diikuti dengan praktek langsung sanitasi dan pembuatan rorak di kebun cengkeh milik anggota kelompok. Sumardi SP., Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Jombang yang ditunjuk sebagai narasumber mencoba menggali informasi terkait pengetahuan dan pemahaman para peserta tentang definisi istilah Rorak. Dilontarkan pertanyaan pada peserta apa itu Rorak? Semua peserta tidak ada yang bisa menjawab dengan tepat. Kemudian dijelaskan secara rinci bahwa Rorak adalah saluran buntu atau bangunan berupa got dengan ukuran tertentu yang dibuat pada bidang olah teras dan sejajar garis kontur yang berfungsi untuk menjebak/menangkap aliran permukaan dan tanah yang tererosi serta dapat bermanfaat sebagai media penampungan bahan organik, sebagai sumber hara bagi tanaman di sekitarnya.

Setelah mendapat penjelasan yang diberikan narasumber, beberapa peserta menjawab “ Ooo….itu to Pak, kalau disini namanya “joglangan”” demikian ungkap Sutamat, ketua Kelompok Tani Pulosari Kecamatan Bareng. Dulu juga pernah ada kegiatan semacam ini, namanya Program Lubang Barokah, tapi itu sudah lama sekali, demikian tambahnya.
Dijelaskan lebih lanjut oleh narasumber bahwa pada tanaman cengkeh, rorak adalah galian yang dibuat di sebelah pokok tanaman untuk menempatkan pupuk organik dan dapat berfungsi sebagai lubang drainase. Rorak merupakan salah satu praktek baku kebun yang bertujuan untuk mengelola lahan, bahan organik dan tindakan konservasi tanah dan air di perkebunan cengkeh. Rorak dapat diisi seresah atau sisa hasil pangkasan tanaman dan gulma hingga penuh dan selanjutnya ditutupi dengan tanah.
Ketika hujan deras, Rorak dapat berfungsi sebagai lubang drainase untuk mempercepat penyusutan air hujan yang menggenang di atas permukaan tanah. Air yang menggenang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Biasanya saluran drainase dibuat di pinggir blok kebun. Di blok kebun yang terlalu luas, air yang menggenang di atas hamparan lahan pertanaman membutuhkan waktu cukup lama untuk keluar melalui saluran drainase ini. Karena itu, Rorak yang dibuat di sekitar pertanaman dapat membantu mempercepat keluarnya air dari hamparan pertanaman, khususnya di lahan yang tekstur tanahnya berat dan beriklim sangat basah dengan curah hujan bulanan relatif tinggi.
Di lahan miring, pembuatan rorak dapat menekan erosi karena dapat mengurangi aliran permukaan yang bisa menyebabkan erosi. Di lahan miring yang dibuat teras, Rorak dibuat di sebelah dalam teras. Lebih terperinci, Sumardi SP., menjelaskan bahwa tujuan pembuatan Rorak antara lain adalah untuk :
1. Mencegah hilangnya tanah lapisan atas oleh erosi dan aliran permukaan (run off).
2. Menampung air hujan yang jatuh dan aliran permukaan dari bagian atas, partikel tanah yang tererosi dari bagian atasnya.
3. Untuk mengembalikan produktivitas lahan, produksi usahatani dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
4. Untuk menampung bahan organik, sisa-sisa tanaman sebagai sumber unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman di sekitarnya.
Sampai dengan akhir acara sosialisasi, para peserta masih terus menyimak dengan serius penjelasan narasumber dan bersepakat akan melaksanakan praktek pembuatan Rorak pada akhir bulan ini sebelum musim hujan diprediksi akan datang. Diberikan juga bantuan peralatan pembersihan kebun dan pembuatan Rorak berupa beberapa unit sabit dan cangkul. Diharapkan pengetahuan dan keterampilan serta semangat para peserta ini dapat ditularkan kepada petani lainnya sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh semua petani dan pekebun cengkeh di sekitar Desa Pulosari.
Ditulis oleh: Agus Rohmani Yahya, S.Pt
KJF Kabupaten Jombang