Pengertian Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) adalah suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya peningkatan  produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi yang bersinergi antara yang satu dengan lainnya, diterapkan secara partisipasif oleh petani, sehingga menjadi paket teknologi spesifik lokasi.

Sedangkan Sekolah Lapang (SL) merupakan salah satu metode belajar mengajar yang dipandang masih cukup efektif untuk orang dewasa. Sekolah lapang bersifat tidak formal dan biasanya dilaksanakan di sekitar areal pertanaman dengan objek nyata berupa tanaman yang dijadikan sebagai bahan belajar bersama.

Kegiatan Sekolah Lapang program IPDMIP dilaksanakan di Kelompok Tani Ngampel Desa Ngampel Kec.Ngusikan. Bertempat di rumah Ketua Poktan (kegiatan kelas) dan juga bertempat di lokasi persawahan (kegiatan pengamatan lapangan). Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 11 Juni 2021. Jumah peserta yang hadir sebanyak 30 Orang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh 4 Orang Petugas Penyuluh Pertanian sebagai pemandu dan 1 Orang Pendamping program IPDMIP.  

Sebelum kegiatan klasikal dimulai, terlebih dahulu diawali dengan kegiatan pengamatan di pertanaman padi. Pengamatan tanaman padi dilakukan secara berkelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang peserta. Pengamatan dilakukan sebanyak 10 rumpun tanaman padi. Adapun tugas pengamatan yang diberikan adalah pengamatan bagaimana kondisi tanaman padi mulai dari akarnya sampai ujung daun. Tidak hanya itu, pengamatan juga dilakukan pada hama penyakit apa saja yang ada pada tanaman padi yang diamati.

Tugas dilakukan secara berkelompok agar peserta bisa belajar bekerja bersama. Sehingga ada pembagian tugas diantara mereka. Ada peserta yang bertugas untuk melakukan pengamatan. Dan ada juga peserta yang bertugas untuk melakukan pencatatan dari hasil pengamatan.

Setelah kegiatan pengamatan selesai, peserta diajak untuk mengikuti kegiatan ruang / kelas. Selanjutnya setiap kelompok diberi waktu untuk berdiskusi dan membahas hasil pengamatannya. Setiap kelompok wajib memaparkan hasil diskusinya.  

Setelah kegiatan lapangan dan diskusi hasil pengamatan selesai, giliran Petugas Pemandu memberikan materi khusus sesuai jadwal yang telah disusun. Dalam pertemuan ini Suyanto Penyuluh Wilayah Binaan Desa Ngampel memberikan materi mengenai prinsip-prinsip dalam PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu).  

Empat Prinsip dalam PTT yaitu:

1. Terpadu

Sumber daya tanaman, tanah dan air dikelola dengan baik secara terpadu.

2. Sinergis

Pemanfaatan teknologi terbaik, memperhatikan keterkaitan antar komponen teknologi yang saling mendukung

3. Spesifik Lokasi

Memperhatikan kesesuaian teknologi dengan lingkungan fisik, sosial-budaya dan ekonomi petani setempat.

4. Partisipatif  

Petani berperan aktif memilih, menguji teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat. Dan meningkatkan kemampuan melalui proses pembelajaran di Laboratorium Lapangan.

Selanjutnya Pemandu yang kedua yaitu Supriyanto yang merupakan Koordinator PPL BPP Kec.Ngusikan menyampaikan materi mengenai gerakan pengembalian kesuburan tanah. Tanah mempunyai peranan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman, tempat persediaan udara bagi pernapasan akar, tempat persediaan unsur-unsur makanan bagi tumbuhan, tempat persediaan air bagi tumbuh-tumbuhan dan tempat berkembangnya mikro dan makroorganisme yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman. adalah kondisi tanah dimana dinilai dari segi fisika kimia biologi juga sehat. Agar mampu menjalankan peran-peran tersebut maka tanah harus memiliki kesuburan dan kesehatan yang baik. Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan sifat kimia, fisika dan biologi yang dimilikinya. Sedangkan kesehatan tanah adalah suatu keadaan tanah yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara sehat tanpa adanya gangguan apapun.

Beberapa penyebab menurunnya kesuburan tanah diantaranya adalah : penyerapan zat hara oleh tanaman, penguapan elemen hara ke atmosfer, resapan ke dalam tanah, dan terjadinya erosi. Sedangkan beberapa penyebab menurunnya kesehatan tanah yaitu : tidak pernah melakukan pemberian bahan organik ke tanah, pemakaian pupuk yang berlebihan, terjadinya pencemaran bahan kimia yang berbahaya (seperti pestisida kimia), melakukan pembakaran di atas lahan (dapat merusak tekstur tanah) dan juga erosi

 

Namun gerakan pengembalian bahan organik jarang dilakukan karena dinilai tidak praktis. Padahal dalam bahan organik tersebut juga tersedia unsur hara yang dibutuhkaan tanaman selain itu juga dapat memperbaiki struktur tanah (keras menjadi lebih gembur).  

“Mau tidak mau, siap tidak siap, saat ini kita harus segera turut melaksanakan gerakan kesuburan tanah. Diantaranya yang bisa kita lakukan adalah penggunaan pupuk organik / bokashi / kompos, penggunaan MOL dan POC. Dan masih banyak lagi. Demi kelestarian tanah sampai anak cucu kita nanti.  ” ujar Supriyanto mengakhiri kegiatan ini.

 

Ditulis Oleh: Deny Murtanti, S.P

PPL BPP Kecamatan Ngusikan